unbk

Pengumuman Hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

MTs. Ihyaul Ulum Dukun Gresik Tahun Pelajaran 2016/2017

Masukkan Username UNBK (mulai 2 Juni 2017)
Format : Pxxxxxxxxxxx

al fatihah

       Aku gadis kecil nan lincah, keluargaku memanggilku betet karena aku cerewet. Kehidupanku seperti anak-anak biasanya. Setiap pagi aku sekolah, siangnya aku ikut kegiatan extra. Aku sangat bahagia karena temanku sangat banyak dan baik hati semua.

       Waktu aku kelas 1 SMP, aku ingin pindah ke sekolah yang ada pondoknya. Orang tuaku sangat senang dan mendukungnya, maka pindahlah aku ke MTs. Ihya Ulum Dukun. Di sini aku sangat semangat dalam menuntut ilmu, baik ilmu yang diberikan oleh bapak-ibu guru di dalam kelas maupun yang diberikan pak kyai di pesantren.

       Hari demi hari aku lalui, aku belajar dengan giat agar aku bisa menjadi juara. Dalam anganku, bila ini dapat kuraih, alangkah bahagianya orang tuaku. Tiba-tiba Allah S.W.T. memberiku sebuah cobaan, kakiku tidak terasa apa-apa, digerakkan pun tidak bisa. Aku mencoba bangkit tetapi tidak bisa. “ya Allah, cobaan apa ini! Apa dosaku! Kasihan mama dan ayah!”. Aku menangis sekencang-kencangnya.

       Mendengar berita sakitku, mama dan ayah datang ke pondok. Mama melihat kondisiku, aku tidak tega. Kulihat mama meneteskan air mata. Aku bilang kepada mama, “Ma, ini ujian dari Allah, kita harus sabar dan ikhtiar!” Dan spontanitas, mama memelukku dengan erat sambil berkata lirih, “ya nak!”

         Seketika itu, mama dan ayah mengajak aku berobat . Usaha mama dan ayah untuk menyembuhkan kakiku luar biasa semangatnya. Mengantar aku berobat dari rumah sakit satu ke rumah sakit lainnya, dari dokter special satu ke dokter spesial lainnya, ia jalani dengan ikhlas. Hasilnya tetap tidak ada perubahan. Kaki ini tetap tidak bisa aku gerakan. Aku sedih dan hari-hariku terasa berat aku jalani. Seringkali aku menangis dalam hati,” ya Allah, cobaan ini berat sekali! Aku sudah tidak kuat”.

       Ketika aku, mama, dan ayah mulai putus asa untuk berobat ke dokter. Mulailah kami berpikir untuk berusaha berobat ke alternatif. Seperti ke tabib, ke pak kyai, atau ke “orang yang ngerti” . Dan aku dikenalkan sama omku dengan seorang kyai. Beliau memberiI amalan untuk membaca surat Al-Fatikha setiap hari karena penyakitku katagori “barang halus” sehingga tidak bisa ditangani secara medis. Dalam benakku aku tidak peduli jenis apa penyakitku yang penting bisa sembuh. Maka kujalani amalan itu secara ikhlas dan penuh keyakinan bahwa Allah S.W.T akan mengabulkan doaku.

           Walhasil, sekitar dua minggu amalan itu kujalani, kakiku mulai ada perubahan baik. Aku semakin semangat mengamalkan amalan itu. Dan Allah Akbar!!! Allah mengabulkan doaku. Aku sembuh, kakiku bisa dibuat jalan. Aku, ayah, dan mama memanjatkan sujud syukur ke hariban Allah S.W.T. Benar kata guru-guruku dan teman-teman akrabku bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. Semoga pengalaman pribadiku ini bermanfaat bagi sobat-sobat semua dan khususnya bagi aku sekeluarga untuk selalu berlindung dan menjalani perintah-perintah serta menjauhi larangan-larangn Allah S.W.T. Amin.

                                                                                                                                  Oleh: Hauroniatun Nihlah VIII C