unbk

Pengumuman Hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

MTs. Ihyaul Ulum Dukun Gresik Tahun Pelajaran 2016/2017

Masukkan Username UNBK (mulai 2 Juni 2017)
Format : Pxxxxxxxxxxx

bapak anakSeorang gadis manis berambut ikal berlari dengan membawa empat buah mangga ditangannya. Dari kejauhan seorang ibu-ibu separuh baya berdaster dengan suntil ditangannya mencoba mengejar gadis itu. Ibu itu terlihat marah dan terus menerus memanggil gadis itu. “Sava ! Berhenti ! kembalikan mangganya !”

Sava tak menggubris suara itu, dia tetap berlari. Ketika sampai dipertigaan desa, disana terdapat pohon beringin besar, dengan cepat sava bersembunyi dibelakang pohon. Ibu-ibu yang sejak tadi mengejar sava tak menyadarinya, dia melanjutkan pengejarannya. Ketika suasana terlihat sepi, sava pun pulang.

Jam tujuh tepat, sava baru datang dengan membawa empat buah mangga. Ibunya bertanya kepada sava dari mana mangga-mangga yang ia bawa. Sava menjawab, “Dari bu Tia Gg II”. Tanpa menunggu komentar lagi dari ibunya, ia langsung menuju kamar mandi.

Esok hari Sava siap-siap berangkat sekolah. Seperti biasa ayahnya mengantarnya. Padahal ayahnya sudah waktunya berangkat kerja, beliau malak memilih mengantarkan putri semata wayang. Diperjalanan Sava hanya diam, ayahnya pun diam saja, pikirannya tertuju pada waktu masuk sekolah yang tinggal lima menit.

Mereka pun sampai di sekolah. Ayahnya menyuruh sava untuk turun. Sava bingung karena gerbang sekolah sudah ditutup oleh satpam sekolah. Melihat anaknya bingung, ayah Sava menghampiri pak Satpam. Dia minta kebijakan dari pak Satpam agar anaknya diperbolehkan masuk kelas..Dengan alasan yang logis, akhirnya sava diperbolehkan masuk.

Sepulang sekolah sava dijemput oleh bapaknya. Sava hanya diam, ditengah perjalanan sava melepas jilbabnya. Sava mengucir rambutnya. Pak Burhan yang mengetahuinya langsung mengarahkan sepedanya ketepi jalan. Pak Burhan memarkir sepedanya. Sava pun turun.

“ada apa lagi sih pak ?” tanya sava

“sava, cobalah tutupi rambut indah mu itu dengan jilbab. Kau tahu, dengan jilbab kehormatan wanita muslim sama dengan kehormatan seorang ratu, malah lebih. Rambut indah mu dan kulit lembut mu hanya bisa dibelai, disentuh, dan dilihat oleh muhrimnya saja. Bagaikan ratu yang hanya bisa disentuh oleh orang tertentu saja. Dengan jilbab, mahkotamu terjaga dari segala kejelekan. Maka dari itu, pakailah jilbabmu” tanagn pak Burhan membenarkan jilbab Sava. Sejenak sava hanya diam.

“ayo pulang”

            Di rumah bu Fatimah memarahi Sava. Ternyata mangga-mangga tadi pagi itu hasil sava mencuri dari bu tia yang anaknya sedang ngidam buah mangga. Bu tia tadi datang meminta kembali mangga-mangga nya. Sava hanya diam. Ada rasa benci dalam hatinya kepada bu tia.

            Pak Burhan mengingatkan sava tentang haul nanti malam. Sava tidak mau pergi. Taoi pak Burhan memaksanya, lalu sava pergi tapi ia member syarat. Sepulang dari haul dia dibelikan hp. Pak Burhan menyanggupinya.

Malam harinya, pak Burhan mengantarkan sava. Sedangkan bu Fatimah menjaga rumah. Sesudahnya mengatarkan sava, pak Burhan membeli hp. Pak Burhan mengambil uang tabungannya yang selama ini ia kumpulkan.

Acara pun selesai. Jam menunjukkan jam 12.30 malam, sudah setengah jam ia berdiri disana, namun bapaknya tak kunjung datang.

Setengah jam kemudian paman arif datang. Sava menanyakan keberadaan bapaknya. Namun paman arif mengatakan bahwa ia tidak tau.

Di rumah sava banyak sekali orang yang datan. Sava bingug, ada apa ini tanaynya dalam hati. Denagn cepat ia berlari. Diruang tamu semua orang membaca yasin sambil menangis. Didepan sava terdapat tubuh yang terselimuti kain putih. Bu Fatimah berada disamping tubuh itu, sambil memanggil nama pak Burhan.

“tidak !tidak mungkin . . . bapak !” sava menangis histeris ketika ia membuka kain itu. Bu Fatimah memeluk sava. Dia memberikan secarik kertas darai pak Burahanuntuk sava.

“anakku, maafkan bapak yang tak pernah membahagiakan mu. Bapak hanya bisa membelikan hp jelek. Gk lebih.

Anakku, tutupilah auratmu denagn kain kehormatan. Rawatlah mahkota mu dengan baik. Jagalah kehormatanmu,

Anakku, jika surat ini surat terakhir untuk mu. Kau harus tau, cinta ku takkan pernah habis oleh waktu”

Sava menangis sekencang mungkin. Ia berjanji kepada bapaknya untuk selalu menjalankan pesanya. Sava mengingat semua masalah yang pernah menimpanya, dan pak Burhan selalu membantunya. Baginya pak Burhan adalah pahlawannya.

To: Adik

From: Aku