unbk

Pengumuman Hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

MTs. Ihyaul Ulum Dukun Gresik Tahun Pelajaran 2016/2017

Masukkan Username UNBK (mulai 2 Juni 2017)
Format : Pxxxxxxxxxxx

barokahNama saya Abu Dysag alumni Pondok Pesantren Ihyaul ulum Dukun, saya lulus MTs. Ihyaul Ulum Tahun 1993dan MA. Ihyaul Ulum Tahun 1996. Setelah lulus, saya dikaruniai kenikmatan yang besar dengan mendapatkan beasiswa melanjutkafn studi S1 di Timur Tengah tepatnya di Hadramaut Yaman. Sekembali dari studi di Timur Tengah, saya langsung mendapatkan pekerjaan di Bangil Pasuruan dan terus berpindah pindah tempat yang lebih baik,saya yakin semua itu berkat doa kiai dan Guru guru saya.Oleh karena kesibukan saya yang menggunung itulah maka saya tidak sempat untuk sowan sama kiai kiai saya di Dukun, padahal sebagai santri harusnya saya banyak sowan kepada Beliau beliau yang telah memberi ilmu kepada saya dari nol hingga saya sukses seperti sekarang ini. Jika saya teringat dengan ucapan sayyidina Ali RA, saya ingin meneteskan air mata, beliau pernah berkata (أنا عبد من علّمني ولو حـــرفا وحدا) “Saya adalah Budak dari orang yang pernah mengajari saya walau hanya satu huruf” apalagi jika saya teringat dengan hadits : (من لم يشكر النّاس لم يشكر الله ) yang artinya “ Barang siapa yang tidak berterima kasih kepada sesama maka ia tidak bersyukur kepada Allah”,sedangkan saya selama ini ada dimana? kenapa tidak menyempatkan datang ke kiai atau guru guru saya bahkan tidak pernah menyempatkan untuk berkunjung ke almamater saya?

Alhamdulillah,Tanpa sengaja pada suatu saat saya diberi Allah kesempatan untuk silaturrahim ke Dukun, itupun tidak saya sengaja. Mungkin saya diingatkan oleh Allah SWT.Bermula dari undangan teman saya yang akan mengadakan sunatan Putranya sayapun datang ke rumahnya tepatnya di desa Petung Kecamatan Panceng. Saya sangat bersyukur sekali dengan undangan tersebut karena saya bisa reuni dengan teman teman saya, saya juga bisa bernostalgia dengan tempat tempat yang dulunya pernah saya tempati tatkala mengenyam pendidikan di Ponpes Ihyaul Ulum. Itung itung seperti lagunya Broery Pesolima “Kini kau telusuri...jalan jalan memory...” J sekembali desa Petung Kecamatan Panceng, saya mampir di sebuah warung kopi di desa Sembungan kidul tepatnya disamping foto copy milik Haji Wahab.Saya mulai terheran dengan view yang ada didepan saya, karena tidak nampak lagi barongan yang dulu biasanya saya gunakan bersama teman teman mencari kayu bakar untuk memasak.Jika tidak kami temukan kayu bekas meja kursi sekolah ataupun sandal bekas milik teman sepondok (Maaf sedikit buka aib jangan ditiru) dan tambak yang biasa saya tempati untuk Buang air besar diatas Helikopter (Baca Jamban) karena semua sudah terurug dan berdiri bangunan yang cukup megah (3 tingkat dengan 15 lokal), walau belum selesai pembangunannya namun kemegahan gedung tersebut telah tampak. , Sayapun bertanya kepada penjaga warung Tentang ikhwal bangunan tersebut, dia menjawab “ Milik MTs. Ihyaul Ulum, Mas” dalam hati saya mengucap “Alhamdulillah Akhirnya Almamater bisa membebaskan lahan yang sedari dulu ingin dijadikan sebagai perluasan Madrasah”, saya pun bertanya, “lalu yang masih berupa tambak itu milik siapa Mas?” dia pun menjawab itu juga milik MTs. Ihyaul ulum Mas Barusan saja dibeli.Kontan saya mengucap “Subhanallah, hebat sekali Manajemen Tsanawiyah Ihyaul Ulum ini, bisa membebaskan lahan bahkan bisa membangun gedung sebesar dan semegah itu”, sayapun bertanya. “siapa Kepala Madrasahnya sekarang Mas??” (dalam hati saya berkata, saya akan sowan kepada beliau dan berguru) dia menjawab “Pak Sa’dan”. Pucuk dicinta ulam pun tiba itulah pepatah yang pas untuk saya gambarkan, karena sudah lama sekali saya ingin sowan ke kyai kyai saya terutama beliau, sambil bertanya tentang kesuksesan beliau dalam memenej Madrasah. Sekalian meminta ijazah barangkali ada yang beliau berikan untuk saya. tibalah saya di rumah beliau, beliaupun menemui saya dengan senang hati, obrolan demi obrolan terjadi antara saya dengan beliau cukup hangat dan familiar mulai dari mengenang masa lalu saya ketika masih mengenyam pendidikan di pondok ini, ikhwal keluarga kami dsb. Sampailah pada poin yang saya tunggu tunggu menanyakan kesuksesan manajemen Madrasah Tsanawiyah, keberhasilan siswa siswinya, terutama tentang pembangunan gedung dan pembebasan lahan bekas tambak milik Haji Wahab tersebut.Beliau pun menuturkannya dengan bahasa yang membuat saya terharu dan terpacu untuk mengajak teman teman saya ikut serta membantu meringankan beban Almamater kami, diantara poin penting yang beliau tuturkan adalah: “sebenarnya MTs. Ihyaul ulum tidak sekaya yang anda bayangkan, namun semua itu wujud dari keberanian saya dan segenap panitia Pembangunan dan Pembebasan lahanyang ingin menjadikan MTs. Ini sebagai MTs. Percontohan di Dukun khususnya dan daerah lain pada umumnya. Sehingga kami berani membangun gedung baru 3 tingkat itu, walau belum selesai kami juga memberanikan diri membeli tanah tambak yang ada di timur gedung seluas 2360 Meter persegi itu, kami membelinya dengan harga     Rp. 613.600.000,-. hasil pinjaman dari para muhsinin yang harus kami cicil dalam jangka setahun.Kami beranikan untuk membeli walau tidak punya uang karena kesempatan hanya sekali, walau mahal tidak masalah toh tanah tidak ada pabriknya jadi wajar kalau mahal. Kami sangat yakin bahwa Allah Maha Kaya masa tidak menolong dan mempermudah hambaNya yang berjuang dijalannya,kita juga punya alumni yang cukup banyak tersebar di indonesia masa tidak ada satupun yang mau menyisihkan hartanya untuk membantu kami”, obrolan kami pun masih berlanjut, bahkan saya sempat diberi ijazah oleh beliau, tapi yang jelas tidak akan saya sampaikan disini (Rahasia, sowan sendiri kalau mau).Diakhir perbincangan kami, saya minta nomor rekening MTs. Ihyaul Ulum Dukun,siapa tau ada teman teman atau muhsinin kenalan saya yang akan membantu pelunasan hutang MTs. Ihyaul ulum.Ini Nomer rekeningnya : Bank BRI atas Nama MTs. Ihyaul Ulum Dukun No Rekening : 0026-01-023363-50-1 dan Bank Mandiri atas nama Sa’dan Maftuh BA. H. No Rekening 140-00-0592134-2.Semoga deretan angka No Rekening ini bukan hanya sekedar deretan angka yang tidak ada maknanya sama sekali, melainkan Nomer PIN Pintu surga kita kelak, Amin Yaa Robbal Aalamin.... Syukron Wal afwu minkum...

Oleh : Abu Dysaq

Bongangin Rw.03/Rt.01 Karang Pilang Surabaya

Alumni MTs. Ihyaul Ulum Angkatan 1993